Untuk
kesekian kalinya aku merasa menjadi orang paling beruntung ada di tengah
keluarga ini, aku benar-benar bersyukur atas diriku sekarang…
Pada
awalnya aku marah dan kesal bu, aku merasa benar-benar tak bebas karena
mendapat larangan ini itu…
Pada
awalnya aku sedih dan nelongso bu, aku merasa selalu tak sejalan dengan yang
ada dipikiranmu, kau tak mengerti apa yang kuinginkan…
Pada
awalnya aku benar-benar terpaksa melakukannya, kau ingat? ketika kau memintaku
tuk memakai jilbab untuk seterusnya….
Tapi,
KETIKA ITU PULA AKU MULAI MENGENAL
TUHAN, yang mana seharusnya kukenal sejak kecil jika aku menjadi anak yang
penurut bagimu
Kau
tidak memberiku kesempatan untuk melampiaskan keluh kesah pada dunia luar,
akhirnya aku mencari sesuatu yang membuatku lega tanpa pergi terlalu jauh, dan
aku menemukan Allah. Perlahan aku mulai
memperbaiki diri…
Kini,
ketika aku menyadari langit tetap begitu indah dengan atau tanpa bintang, masa
itu membayang, sungguh tawaku ingin meluap mengingat masa bandelku, mungkin
sekarang masih bandel ya bu? Setidaknya tak separah dulu khan.. ^^
Banyak
hal yang berubah bu, banyak sekali, aku merasa menjadi lebih baik dan lebih
aman
Banyak
hal yang kujumpai bertopeng rasa senang, namun ternyata membahayakan
dibaliknya, dan aku terselamatkan oleh nasihat-nasihat memaksa yang kau berikan
Banyak
sekali kebesaran Allah yang kurasakan, bahkan ada yang tak masuk akal manusia
juga…
Inilah
yang membuatku bersyukur atas diriku sekarang, atas didikan yang kau berikan,
bu….
Kau
benar, tidak membiarkanku seenaknya berlaku di luar, kau mengerti betul
sifatku, kau menjagaku dengan larangan-larangan yang kau berikan…
Kau
memang tidak mengerti apa yang kuinginkan, tapi kau sangat mengerti apa yang
aku butuhkan…
Terimakasih
sudah melahirkanku dan menjadikanku bagian keluargamu, Terimakasih atas
segalanya bu…
Dan
terimakasih yang tak terhingga untukmu Allah, membiarkan nafas ini tidak
berpendar liar, You’re the best…, terimakasih… :)
